Rabu, 12 September 2018

Sepinya Peminat SAA(Studi Agama-agama)


Nurafi Isra Adji Purnama ( 1617502028 )

Sepinya Peminat Studi Agama-agama

            Masih terdengar asing ditelinga masyarakat tentang  Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora. IAIN Purwokerto (Institut Agama Islam Negeri) telah membuat fakultas tersebut yang terdiri dari beberapa jurusan, salah satunya Perbandingan Agama yang berganti nama menjadi Studi Agama-agama pada akhir tahun 2016. Banyak orang yang beranggapan jurusan tersebut membandingkan setiap agama. Imbasnya  tidak banyak orang yang tertarik “Bukan untuk membandingkan, tetapi untuk mengkaji agama yang satu dengan yang lainnya bukan menyebut agama ini paling baik. Namun, semenjak nama jurusan di ganti menjadi Studi Agama-agama banyak yang merubah pola pikirnya tentang Studi Agama-agama” tutur Dr. Elya Munfarida, M. Ag selaku Sekertaris Jurusan Studi Agama-agama.
            Dia merasa Jurusan Studi Agama-agama memang kurang populer di kalangan masyarakat jadi masih memiliki pemahaman sebelah mata bahkan belum mengenal apa itu Studi Agama-agama dan mahasiswa sendiri pun masih memiliki persepsi masing-masing. Karena itu perlu dilakukannya sosialisasi yang lebih baik tentang Studi Agama-agama baik di dalam negeri maupun di luar negeri. “Kita sudah punya web, Kita membuat pamflet yang disebar ke sekolah-sekolah, pondok, madrasah dan pengabdian masyarakat untuk memperkenalkan jurusan, khususnya Perbandingan Agama” tutur Dr. Elya Munfarida, M. Ag selaku Sekertaris Jurusan Studi Agama-agama.
            Ia sendiri merasa kurangnya peminat di Studi Agama-agama karena ketidak tahuan masyarakat dan mahasiswa tentang prospek kerja setelah lulus dari jurusan ini. Banyak dari kalangan mahasiswa dan orangtua yang masih bingung setelah lulus dari jurusan Studi Agama-agama akan menjadi apa. Padaha, setelah lulus dari sini banyak sekali contohnya seperti teman saya ada yang tenaga ahli di Departemen Agama atau ingin melanjutkan sekolah lagi menjadi dosen jenjang pendidikannya internasional. Mereka punya kesempatan ke luar negeri kalau pandai menulis kemudian jadi guru juga bisa. Sebenarnya, prospek kerjanya tidak kalah dengan yang lain dan bisa nasional atau internasional. “seperti kemarin teman saya yang berangkat ke Amerika untuk prosentasi tentang kondisi agama di Indonesia” tegas Elya
            Semenjak nama jurusan diganti  menjadi Studi Agama-agama, banyak respon terutama dari mahasiswa Studi Agama-agama. Salah satunya OI Mahanani, mahasiswa Studi Agama-agama semester tiga di IAIN Purwokerto. Dia berpendapat bahwa “Saat namanya masih Perbandingan Agama kesannya itu negatif jadi sedikitnya peminat yang mendaftar di jurusan ini. Semenjak namanya sudah menjadi Studi Agama-agama sedikit demi sedikit mahasiswa di jurusan ini bertambah”.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar