Nurafi Isra
Adji Purnama ( 1617502028 )
Sepinya Peminat Studi Agama-agama
Masih terdengar
asing ditelinga masyarakat tentang
Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora. IAIN Purwokerto (Institut Agama
Islam Negeri) telah membuat fakultas tersebut yang terdiri dari beberapa
jurusan, salah satunya Perbandingan Agama yang berganti nama menjadi Studi
Agama-agama pada akhir tahun 2016. Banyak orang yang beranggapan jurusan
tersebut membandingkan setiap agama. Imbasnya
tidak banyak orang yang tertarik “Bukan untuk membandingkan, tetapi
untuk mengkaji agama yang satu dengan yang lainnya bukan menyebut agama ini
paling baik. Namun, semenjak nama jurusan di ganti menjadi Studi Agama-agama
banyak yang merubah pola pikirnya tentang Studi Agama-agama” tutur Dr. Elya
Munfarida, M. Ag selaku Sekertaris Jurusan Studi Agama-agama.
Dia merasa Jurusan
Studi Agama-agama memang kurang populer di kalangan masyarakat jadi masih
memiliki pemahaman sebelah mata bahkan belum mengenal apa itu Studi Agama-agama
dan mahasiswa sendiri pun masih memiliki persepsi masing-masing. Karena itu
perlu dilakukannya sosialisasi yang lebih baik tentang Studi Agama-agama baik
di dalam negeri maupun di luar negeri. “Kita sudah punya web, Kita membuat
pamflet yang disebar ke sekolah-sekolah, pondok, madrasah dan pengabdian
masyarakat untuk memperkenalkan jurusan, khususnya Perbandingan Agama” tutur
Dr. Elya Munfarida, M. Ag selaku Sekertaris Jurusan Studi Agama-agama.
Ia sendiri merasa
kurangnya peminat di Studi Agama-agama karena ketidak tahuan masyarakat dan
mahasiswa tentang prospek kerja setelah lulus dari jurusan ini. Banyak dari
kalangan mahasiswa dan orangtua yang masih bingung setelah lulus dari jurusan Studi
Agama-agama akan menjadi apa. Padaha, setelah lulus dari sini banyak sekali
contohnya seperti teman saya ada yang tenaga ahli di Departemen Agama atau
ingin melanjutkan sekolah lagi menjadi dosen jenjang pendidikannya internasional.
Mereka punya kesempatan ke luar negeri kalau pandai menulis kemudian jadi guru
juga bisa. Sebenarnya, prospek kerjanya tidak kalah dengan yang lain dan bisa nasional
atau internasional. “seperti kemarin teman saya yang berangkat ke Amerika untuk
prosentasi tentang kondisi agama di Indonesia” tegas Elya
Semenjak nama
jurusan diganti menjadi Studi
Agama-agama, banyak respon terutama dari mahasiswa Studi Agama-agama. Salah
satunya OI Mahanani, mahasiswa Studi Agama-agama semester tiga di IAIN
Purwokerto. Dia berpendapat bahwa “Saat namanya masih Perbandingan Agama
kesannya itu negatif jadi sedikitnya peminat yang mendaftar di jurusan ini. Semenjak
namanya sudah menjadi Studi Agama-agama sedikit demi sedikit mahasiswa di
jurusan ini bertambah”.



0 komentar:
Posting Komentar