BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Yahudi (Judaism) merupakan agama yang awalnya dibawa oleh Nabi Musa
as. Menurut pendapat yang paling populer, nama agama ini di ambil dari salah
satu dari dua belas anak Ya’qub, seluruh keturunan Ya’qub terusir dari tempat
tinggal mereka kecuali anak keturunan Judah. Mereka inilah yang disebut Umat
Yahudi. Pada dasarnya agama Yahudi mempunyai beberapa ajaran yang sama dengan
ajaran Islam, diantaranya dalam hal mengkhitan, mereka mengharuskan bagi
pemeluk agama Yahudi untuk menghitan anak-anak mereka dan kemudian dirayakan,
sebagai bentuk penyambutan atas masyarakat yahudi yang baru.
Taurat itu bukan lagi merupakan buku suci yang tunggal bagi
orang-orang Yahudi. Selain itu banyak lagi sumber-sumber lain yang mengharuskan
terhadap kaum Yahudi untuk mensucikannya, sumber-sumber yang penting bagi umat
Yahudi sebagai pedoman atau petunjuknya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
itu Monoteisme ?
2.
Apa
itu Taurat atau The Old Testament ?
3.
Apa
yang dimaksut dengan Talmud ?
4.
Apa
itu Protokol-Protokol para Pendeta Zionis ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Monoteisme
Monoteisme
adalah keyakinan akan satu Tuhan, pencipta dan pemelihara semesta ini, yang
telah memberikan segala anugrah kepada makhluknya dan berkomunikasi dengan
hamba-hambanya melalui doa-doa dan penyembahan; penguasa yang tiada batas namun
penuh kasih sayang, penentu segalanya namun telah mentukan hukum-hukum
keteraturan pada alam, maha awal dan akhir, tidak ada yang bersekutu dengannya,
Ia Maha Sendiri.[1]
Yahudi
dan Islam termasuk agama monoteis yang ketat. Kedua agama ini sangat sensitif
mengenai penggambaran tentang Tuhan dan dan pengasosasian Tuhan dengan sesuatu
yang lain. Patung-patung dilarang dengan keras dan syirik adalah dosa besar. Di
antara prinsip-prinsip keyakinan Yahudi, sebagaimana diformulasikan oleh Moses
Maimonides ( 1135-1204), seorang tokoh termuka Yahudi abad tengah, adalah bahwa
Tuhan itu Esa, pentipta alam semesta dan tidak ada satupun yang menyamainya, ia
maha kekal, tidak berawal dan tidak berakhir, dan hanya kepadanya tempat
berdoa.
B.
Taurat
Perjanjian
lama atau (The Old testament) yang biasa
kenal dengan Taurat adalah nama ilmiah bagi sifir-sifir Yahudi, dan tidak lain
Taurat itu hanya merupakan bagian dari perjanjian lama saja. Kadang-kadang nama
Taurat itu dimaksudkan untuk secara keseluruhan, dalam ilmu balaghah termasuk
bab “Dzikrul juz min iradatil kulli” yakni menyebut sebagian tetapi yang
dimaksud adalah secara keseluruhan, atau mungkin disebabkan karena begitu
pentingnya Taurat dalam hubungannya dengan Musa, karena Musa merupakan
pemimpin-pemimpin Bani Israil yang paling terkemuka. Dari sejak zaman Musa lah
permulaan sejarah Bani Israil dan perkataan Taurat itu pengertiannya ialah
syariat atau pengajaran-pengajaran agama Yahudi.[2]
Isi daripada Kitab Taurat yaitu kumpulan firman-firman Allah SWT
yang diwahyukan kepada Nabi Musa as. Kitab ini berlaku hanya bagi Nabi Musa as.
dan Bani Israil. Kitab Taurat ini hanyalah salah satu bagian dari Kitab suci
agama Yahudi yang disebut Biblia/Al Kitab (terdiri dari Thora, Nabiin, dan
Khetubiin). Di kemudian hari orang Kristen menamainya Perjanjian Lama (Old
Testament). Konon Taurat yang tertuang dalam Perjanjian Lama tersebut berasal
dari Nabi Musa as.
Bahasa
yang digunakan dalam Perjanjian Lama adalah bahasa Ibrani dan Aram.
Naskah-naskah bahasa ibrani tertua hanya terdiri dari huruf-huruf mati
(konsonan) dan pengucapan vokal nya ditambahkan oleh pembaca nya. Demikian pula
sulit sekali menentukan bentuk asli (otografa) tulisan-tulisan dalam
Alkitab, penyalinan dan penyuntingan selama berabad-abad memungkinan terjadinya
kesalahan-kesalahan dalam proses tersebut. Dokumen-dokumen Alkitab tertua
mungkin ditulis diatas Papirus yaitu rumput Papirus yang dibelah lalu ditumpuk
saling bersilang. Akibatnya naskah-naskah tertua itu mudah sekali rusak.
Keutamaaan dari Taurat (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan)
adalah kesatuan nya. Disana terlihat urutan karya Allah mulai dari panggilan
Abraham sampai dengan pemerintahan Daud. Ringkasan nya adalah sebagai
berikut:
1. Allah
memilih Abraham dan keturunan nya.
2. Israel
pergi ke Mesir, hidup dalam perbudakan dan Allah membebaskan mereka.
3. Allah
membawa mereka ke tanah Kanaan sebagaimana yang dijanjikan Nya. Selain unsur
kesatuan nya yang luarbiasa.
Perjanjian
Lama ( Taurat ) pada umumnya merupakan kitab yang meliputi puisi, prosa,
kata-kata hikmat dan misal-misal, cerita dan dongeng-dongeng, falsafah dan
syari’at dengan bahasa yang fasih dan ibarat-ibaratnya yang tinggi.[3]
Taurat juga mengandung keanekaragaman yang rumit, sehingga muncul berbagai
teori tentang asal mula sumber tulisan-tulisan nya. Misalkan:
1. Tidak ada urutan jelas antara
Kejadian 4:26 dan 5:1. Kejadian 2:4b justru memutuskan alur cerita Kejadian 1:1
– 2:4a; 5:1 dan seterusnya. Ada ketidaksinambungan antara Kejadian 19:38 dan
20:1 atau antara Keluaran 19:25 dan 20:21. Dasa Titah dalam Keluaran 20:1-17
jelas tidak bersambung dengan kisah dalam 19:21-25; 20:18-21.
2. Melihat
fakta-fakta tersebut, maka terlihatlah perbedaan penting dalam
kosakata, susunan kalimat, gaya bahasa serta komposisi umum dari berbagai
bagian Taurat.
3. Penggunaan nama-nama Yahweh (Tuhan)
dan Elohim (Allah)
secara bergantian memunculkan dugaan ada sumber-sumber yang berbeda dalam
penulisan Taurat.
4.
Adanya pengulangan bahan yang sama (dua atau tiga kali), misalkan Abraham yang
menyatakan bahwa Sarai adalah saudara nya (Kej 12:20; Kej 26:6-11). Sejumlah
nats dengan jelas memberi kesan bahwa Taurat ditulis sesudah zaman Musa (Kej
12:6; 13:7). Nama pengarang Taurat memang tidak tercantum namun berdasarkan
bukti-bukti teks dan tradisi , memberi petunjuk bahwa penulisnya adalah Musa.
Dalil kitab Taurat dijelaskan dalam firman Allah Q.S. Al-Isra’ : 2
وِاتينا موسى الكتب وجعلنه هدى لبني اسراءيل الاتتخذوا من دوني
وكيلاقلى
Artinya
:” Dan kami berikan kepada Musa, kitab (Taurat) dan kami jadikannya petunjuk
bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain
Aku.” (Q.s. Al-Isra’ : 2)
Fungsi Kitab Taurat yaitu Sebagai petunjuk bagi Nabi Musa dan bagi
Bani Israil untuk beriman kepada Allah swt.
Tujuan diturunkan Kitab Taurat yaitu :
1.
Untuk
meyakinkan kepada Bani Israil, bahwa Allah itu ada dan Maha Esa.
2.
Agar
manusia hanya menyembah kepada Allah saja.
3.
Agar
manusia berbuat baik kepada ibu bapak.
4.
Agar
manusia tidak berlaku kasar, cuurang dan dusta.
5.
Agar
manusia tidak memiliki barang dengan jalan tidak halal.
C.
Talmud
Jauh sebelum pena-pena
para intelektual dan sejarawan dunia menggores sebelum para intelektual kawakan
dunia melakukan analisa dan penelitian, Al Qur'an dan Sunnah telah memaparkan
bukti-bukti yang menjelaskan bahwa para Rabbi Yahudi telah mengubah dan menjual
ayat-ayat Allah dengan harga yang sangat murah. Bahkan, mereka telah membuat
sebuah kitab sendiri yang sangat jauh dari akal sehat sebagai tandingan bagi
kitab Taurat.
Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi (di riwayatkan oleh para Hakham dari generasi ke generasi berikutnya.[4] Bahkan lebih penting daripada Kitab Perjanjian Lama, yang juga dikenal dgn nama Kitab Taurat
Para pendeta Parisi mengajarkan, doktrin dan fatwa yang berasal dari para rabbi (pendeta), lebih tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang dari Tuhan.
Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi (di riwayatkan oleh para Hakham dari generasi ke generasi berikutnya.[4] Bahkan lebih penting daripada Kitab Perjanjian Lama, yang juga dikenal dgn nama Kitab Taurat
Para pendeta Parisi mengajarkan, doktrin dan fatwa yang berasal dari para rabbi (pendeta), lebih tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang dari Tuhan.
Talmud mengemukakan
hukum-hukumnya berada di atas Taurat, bahkan tidak mendukung isi Taurat. Bahkan
para pendeta Talmud pun mengklaim bahwa sebagian dari isi Kitab Talmud
merupakan himpunan dari ajaran yang disampaikan oleh Nabi Musa a.s. secara
lisan. Sampai dengan kedatangan Nabi Isa a.s. Kitab Talmud belum dihimpun
secara tertulis seperti bentuknya yang sekarang.
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. At-Taubah,:30).
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. At-Taubah,:30).
Seorang peneliti
Yahudi, Hyam Maccoby, dalam bukunya ‘Judaism on
Trial’ mengutip pemyataan Rabbi Yehiel ben Joseph, bahwa “Tanpa
Talmud kita tidak akan mampu memahami ayat-ayat Taurat … Tuhan telah
melimpahkan wewenang ini kepada mereka yang arif, karena tradisi merupakan
suatu kebutuhan yang sama seperti kitab-kitab wahyu. Para arif itu membuat
tafsiran mereka … dan mereka yang tidak pernah mempelajari Talmud tidak akan
mungkin mampu memahami Taurat.”
Sebagaimana kita
ketahui bersama bahwa penyelewengan dalam masalah akidah merupakan tindakan
yang sangat sesat, karena sekitar 1/3 dari kandungan Al-Quran menjelaskan
tentang akidah/kepercayaan atas semua rukun iman yang harus diyakini oleh
setiap manusia.
Nabi Isa a.s. sendiri
mengutuk tradisi ‘mishnah’ (Talmud awal), termasuk
mereka yang mengajarkannya (para hachom Yahudi dan kaum Farisi), karena isi
Kitab Talmud seluruhnya menyimpang, bahkan bertentangan dengan Kitab Taurat.
Kaum Kristen, karena ketidak-pahamannya, hingga dewasa ini menyangka Perjanjian
Lama merupakan kitab tertinggi bagi agama Yahudi.
Kitab Talmud adalah
sebuah kitab paling berbahaya yang pernah ada di muka bumi.
Kitab Talmud bukan saja
menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi dan
prinsip-prinsip, serta arahan bagi penyusunan kebijakan negara dan pemerintah
Israel, dan menjadi pandangan hidup orang Yahudi pada umumnya. Itu pula
sebabnya mengapa negara Israel disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik,
theokratik, konservatif, dan sangat dogmatik.
Talmud merupakan
manifesto yang paling berbahaya kepada perikemanusiaan. Ia lebih berbahaya
daripada buku Mein Kampf, karya Hitler, bahkan Kitab
Talmud ini menggariskan penghancuran total semua agama dan peradaban yang ada
di dunia, demi terciptanya sebuah masyarakat zionis internasional.
Saat ditanya, kenapa
orang Israel bisa melakukan berbagai kekejaman terhadap orang Palestina, Pappe
menjawab, “Ini buah dari sebuah proses panjang pengajaran paham, indoktronasi,
yang dimulai sejak usia taman kanak-kanak, semua anak Yahudi di Israel dididik
dengan cara ini. Anda tidak dapat menumbangkan sebuah sikap yang ditanamkan di
sana dengan sebuah mesin indoktrinasi yang kuat, yaitu menciptakan sebuah
persepsi rasis tentang orang lain yang digambarkan sebagai primitif, hampir
tidak pernah ada, dan penuh kebencian: Orang itu memang penuh kebencian, tapi
penjelasan yang diberikan di sini adalah ia terlahir primitif, Islam,
anti-Semit, bukan bahwa ia adalah seorang yang telah dirampas tanahnya.
Hasilnya sungguh
mencengangkan. Anak-anak Israel yang menyangka suratnya benar-benar dikirim
kepada anak-anak Palestina. Mereka menulis surat mereka dengan
sebenar-benarnya, keluar dari hati terdalam. Apa saja yang mereka
tulis? Salah satu surat ditulis oleh seorang anak perempuan Israel
berusia 8 tahun. Ia mengaku menulis surat kepada anak perempuan Palestina
seusianya. antara lain:
Pelaksanaan ajaran Talmud tentang keunggulan kaum Yahudi yang didasarkan pada ajaran kebencian itu telah menyebabkan penderitaan yang tak terperikan terhadap orang lain sepanjang sejarah ummat manusia sampai dengan saat ini, khususnya di tanah Palestina. Ajaran itu telah dijadikan dalih untuk membenarkan pembantaian secara massal penduduk sipil Arab-Palestina. Kitab Talmud menetapkan bahwa semua orang yang bukan-Yahudi disebut “goyyim”, sama dengan binatang, derajat mereka di bawah derajat manusia. Ras Yahudi adalah “ummat pilihan”, satu-satunya ras yang mengklaim diri sebagai keturunan langsung dari Nabi Adam a.s.
Pelaksanaan ajaran Talmud tentang keunggulan kaum Yahudi yang didasarkan pada ajaran kebencian itu telah menyebabkan penderitaan yang tak terperikan terhadap orang lain sepanjang sejarah ummat manusia sampai dengan saat ini, khususnya di tanah Palestina. Ajaran itu telah dijadikan dalih untuk membenarkan pembantaian secara massal penduduk sipil Arab-Palestina. Kitab Talmud menetapkan bahwa semua orang yang bukan-Yahudi disebut “goyyim”, sama dengan binatang, derajat mereka di bawah derajat manusia. Ras Yahudi adalah “ummat pilihan”, satu-satunya ras yang mengklaim diri sebagai keturunan langsung dari Nabi Adam a.s.
Beberapa kutipan yang
diangkat dari Kitab Tamud dalam uraian berikut ini merupakan dokumen asli yang
tidak-terbantahkan, dengan harapan dapat memberikan pencerahan kepada segenap
ummat manusia, termasuk kaum Yahudi, tentang kesesatan dan rasisme dari ajaran
Talmud yang penuh dengan kebencian, yang menjadi kitab suci baik bagi kaum
Yahudi Orthodoks maupun Hasidiyah di seluruh dunia.
D. Protokol
Zionis
Para pencipta dan masa penciptaan
protokol-protokol ini masih menjadi rahasia yang hingga kini masih belum
tersingkap dengan tuntas.Tanda-tanda menunjukan hubungan antara
protokol-protokol ini dengan abad 19 di samping adanya kegiatan antara
protokol-protokol ini dengan muktamar bale yang dilaksanakan pada tahun 1897,
protokol-protokol ini ibarat suatu persejutuan jahat terhadap ke manusiaan,
tapi ini juga sama seperti penceramah dalam perjumpaan-perjumpaan.[5]
Protokol-protokol Zionis ada duapuluh
empat yaiut :
PROTOKOL
KE 1:
Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/warga yahudi se
dunia, pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan
teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar
popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu,
kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan
memasang jerat halus demi kepentingan kita
Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan
yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan
istilah ‘demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum
berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan
banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian
falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik
dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan
yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai
dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata
yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang
terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak
terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.
Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang
kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai
sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok
dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat
falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan
non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup
diatas planet bumi ini.
PROTOKOL KE 2:
Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi
antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih
bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.
Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari
kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam
pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita
membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang
non-Yahudi.
Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan
ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nitche. Pandangan
pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenagaan masyarakat dunia.
Bagi orang yang tak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini
mudah diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada ditangan kita.
Walaupun demikian kita harus bergerak di bawah tanah. Kita
harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah
menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita
akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.
PROTOKOL KE 3:
Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah
itu daerah yang dikuasai oleh ular (lambang ‘Free Masonry’, organisasi bawah
tanah dari gerakan Zionisme Internasional, pen) akan kita kunci. Bila sudah
dikunci, berarti semua benua eropa akan tergenggam dalam tangan kita.
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar
wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk
bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan
kita. Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktifis partai saling
berebut kursi pemerintahan.
Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja
seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan
undang-undang yang tertulis diatas kertas. Padahal tulisan itu hanyalah
kebohongan belaka. Dengan demikian agen-agen Yahudi akan kita kirim untuk
mengatur roda perusahaan sesuai tujuan kita. Kita harus mampu meningkatkan rasa
benci dan dengki di kalangan buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia.
Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah
kita genggam. Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar
tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil. Untuk merealisir program itu,
kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran masyarakat Kristen yang sudah
lemah akan mudah dikuasai, terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan
Yahudi dari muka bumi ini.
PROTOKOL KE 4:
Gerakan ‘ Free Masonry’ akan melaksanakan tujuan-tujuan kita ini, dan
sebagai penghalang bagi siapa saja yang akan membongkar program kita. Gerakan
‘Free Masonry’ akan mampu menghapus keyakinan bertuhan di tengah masyarakat
Kristen, dan diganti dengan teori matematika dan teori relativitas. Kita harus
berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya hanya ke arah persaingan
ekonomi dan industri. Situasi seperti itu diupayakan semakin tajam, agar
terwujud masyarakat yang individualistis. Sehingga mereka akan apatis terhadap
perjalanan politik, agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mereka
hanya mengurus tenaga dan memeras otak demi mendapatkan harta. Dengan demikian
mereka bergelimang dengan kehidupan materialisme dan mengabaikan ajaran-ajaran
agama (kini giliran orang-orang muslim karena orang-orang kristen sudah
ditaklukkan, pen). Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar
pengertian mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan
dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri harus
dilandaskan atas dasar yang bersifat spekulatif.
PROTOKOL KE 5:
Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya
dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan. Ada suatu langkah yang mampu
membikin opini umum, yaitu kita harus mengajukan berbagai pandangan yang dapat
menggoyahkan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan
pikiran masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka
masyarakat harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima. Dengan
cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia akan tergoyahkan,
dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak oleh perkembangan zaman. Pada
akhirnya pendapat dan pandangan yang tidak searah dengan tujuan Yahudi (yaitu
menjadikan ummat manusia hanya memuja materi, pen) akan musnah, dan di dunia
akan jatuh ke dalam perangkap kesesatan. Kita harus mampu membuka jalan agar
kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda.
Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja.
Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur.
Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.
Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang
semakin rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam memasuki gerakan dunia.
Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh kekuatan pemerintah di dunia akan
mudah diarahkan. Dari sini akan terwujud pemerintahan Internasional tertinggi
yyang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional
mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh seluruh umat manusia di
dunia. Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental
manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian
perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan
yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor
yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak
PROTOKOL KE 6:
Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang
dimiliki oleh orang-orang non-yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis
habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara
agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam PBB, IMF, World Bank sekarang
ini, pen) memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh
umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada
lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat
bangsanya. Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor
pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan
tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita
harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang
tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan
demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi
seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita
harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan
malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik
non-Yahudi.
Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan (ciri utama
ekonomi Liberal, pen). Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum buruh
untuk menipu mereka. Dalam waktu yang sama kita harus menaikkan harga
barang-barang pokok. Dengan dalih hasil panen mengalami penurunan. Kita harus
berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras agar produksi pabrik
menurun drastis.
PROTOKOL KE 7:
Kita harus berani mendorong masyarakat Eropa dan selalu membantu
menyebarkan isue buruk dan berbau permusuhan dengan penduduk yang tinggal di
benua lain. Kebijaksanaan ini memberikan dua keuntungan bagi kita. Sebab,
mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi atau membuat peraturan
sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada pemerintah yang ingin menghambat tujuan
kita, maka diupayakan negara tetangganya merasa terancam, pada akhirnya
mengakibatkan peperangan dua negara. Apabila dua negara bersatu untuk
menghancurkan kita, maka kita harus berani menyatakan perang dunia.
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk
opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang
paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit
dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet,
pen). Untuk menunjukkan kekuatan kita, maka salah satu negara harus diserbu
dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain mengetahui
kekuatan kita, maka Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa. Jika ada bangsa
yang ingin melawan kita, maka akan kita gempur dengan senjata buatan Amerika
dan buatan negeri lain yang menjadi sekutu kita.
PROTOKOL KE 8:
Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa
mempunyai peranan yang amat penting. Oleh karena itu pemerintah harus mampu
menghimpun orang-orang senior seperti pengarang, ahli hukum, eksekutif,
politikus, administrator yang telah lama duduk di sekolah kita dan telah
ditempa dengan dokrin Yahudi. Para sarjana yang telah lulus universitas kita
(universitas dengan kurikulum berbasis dokrin yahudi, pen) akan diterima dengan
kewajiban ikatan kerja, yang penting biaya hidup mereka terjamin. Pemerintah
kita harus mampu menguasai sarjana ekonomi yang memiliki wawasan politik.
Karena politikus yang ekonom memegang peranan penting dalam perjuangan kita.
Kita berupaya agar kursi (kekuasaan) diduduki oleh orang yang tidak disegani
oleh masyarakat. Minimal orang itu mempunyai perangai yang kurang baik sehingga
rakyat akan mudah marah kepadanya, dan keduanya dapat kita kuasai.
PROTOKOL KE 9:
Kita harus dapat menguasai pejabat-pejabat non-Yahudi yang mengatur
administrasi, untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan. Selain itu harus
menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara. Kita berusaha agar
administrasi suatu negara berjalan timpang. Kita banyak mendudukkan wakil-wakil
dalam tubuh Legislatif, dan ikut serta dalam pemilihan umum.
Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai
departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam
kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan
generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan
pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung
unsur merusak citrta bangsa. Sebagian orang menanyakan:”Apa yang harus kita
lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa!
Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke
masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar
perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan
alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan
kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan
semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan
untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus. Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk
opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang
paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit
dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet,
pen).
PROTOKOL KE 10:
Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan
menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk
memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan
kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur
menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik
legislatif , eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak
segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh
agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.
PROTOKOL KE 11:
Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia
yang hidup di berbagai negara. Kalau dipandang sepintas hal itu merupakan sisi
kelemahan Israel. Namun petualangannya harus dimanfaatkan untuk memperkokoh
posisi kita dan dijadikan sebagai jembatan emas untuk menduduki singgasana
kerajaan dunia. Pesta-pesta yang diadakan oleh gerakan ‘Free Masonry’ merupakan
tempat komunikasi antara kelompok-kkelompok kita (sekedar info saja, yayasan
‘Lions Club’ dan ‘Rotary Club’ di seluruh dunia dikendalikan oleh orang-orang
‘Free Masonry’ ini, pen).
Kita bagaikan Singa (bukankah ‘Lions Club’ berarti ‘klub para
Singa?”) dan orang-orang non-Yahudi laksanan kelompok biri-biri. Bila singa memasuki
kandangnya, biri-biri hanyalah bisa memejamkan matanya dan menerima nasib
malangnya.
PROTOKOL KE 12:
PROTOKOL KE 12:
Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai.
Selain itu kita harus mampu mengontrolnya sebelum berita itu diedarkan, agar tidak
mengungkap misi kita. Segala berita yang akan disiarkan lewat radio harus
melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus dikenakan pajak yang tinggi,
sedangkan buku murahan tidak dikenakan pajak, agar para sarjana enggan menulis
buku.
Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi dan
menjawab isi surat kabar independen yang lepas dari genggaman kita (kini tentu
tak sebatas surat kabar, tapi meliputi pula: stasiun tv, kantor berita, majalah
dan website terkenal di internet,pen).
PROTOKOL 13:
Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan
sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang
benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat
kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan
berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan
(dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga.
PROTOKOL KE 14:
PROTOKOL KE 14:
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti
ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme, pen). Oleh
karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis. Kalau dilihat di masa
kini, banyak orang yang menyimpang dari agama. Pada hakekatnya kondisi seperti
itulah yang menguntungkan yahudi. Di masa akan datang masyarakat dunia akan
berduyun-duyun memasuki agama Musa yang menundukkan mereka berada di bawah
telapak kaki yahudi. Pada saat itu, suara kritikan hanya tertuju kepada agama
selain yahudi. Orang tak akan berani menelanjangi agama kita. Karena rahasia
yang terkandung dalam ajaran agama Yahudi sangat dalam, dan ajarannya selalu
diperjuangkan oleh pendeta-pendeta kita. Segala karya tulis yang mengkritik
agama kita tidak diperkenankan terbit dan tersebar di masyarakat. Kita terus
berjuang menyebar-luaskan tulisan sastra picisan di masyarakat negara adidaya
(contohnya sekarang ini novel Harry Potter?, pen).
PROTOKOL KE 15:
PROTOKOL KE 15:
Agen-agen rahasia kita harus disebar ke seluruh dunia. Mereka
adalah anggota organisasi di bawah tanah dan gerakan ‘Free Masonry’. Bila bisa
berjalan dengan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak ke
seluruh penjuru dunia. Dari mereka kita mendapatkan data-data akurat untuk
mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering mengadakan pertemuan
anggota ‘Free Masonry’ sebelum memegang kekuasaan yang sempurna. Setelah
berkuasa, kita akan mampu memusnahkan semua gerakan non-Yahudi dengan cara
licin sehingga orang tidak akan menuding kita. Diupayakan di
dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti ajaran agama yahudi adalah
pemujaan materi atau paham materialisme, pen). Oleh karena itu segala keyakinan
lainnya harus dikikis habis.
PROTOKOL KE 16:
PROTOKOL KE 16:
Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin
universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau
kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan
dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah
pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru
kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila
tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang
melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah
kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik
simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum
berbasis kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang, pen), dan membuang pelajaran
yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti, pen). Pelajaran
ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak
mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan
binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya
mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini
telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani
oleh aktivis yang bernama Bouro.
PROTOKOL KE 17 :
Kita selalu dituntut untuk mencemarkan nama baik pendeta dan ulama
non-Yahudi, agar mereka terhina dimata rakyat. Dengan usaha ini dapat
mengurangi misi perjalanan mereka yang menghambat perjuangan kita. Bila ada
peluang yang baik, istana Paus akan kita runtuhkan dengan memakai orang lain
yang akan menembak Paus di Vatikan. Bila ini terjadi, para penduduk dunia akan
berduyun-duyun ke Vatikan, dan kita akan tampil seolah-olah menjadi pelopor
penuntutan terhadap pelaku pembunuhan itu (usaha pembunuhan Paus pernah
dilakukan tahun 1981, tapi gagal, pen). Cara seperti itu agar kita yang akan
menduduki singgasana Paus. Dan yahudi akan menjadi Paus sejati dan kepala uskup
Gereja Internasional.
PROTOKOL KE 18:
PROTOKOL KE 18:
Di saat polisi menjaga keamanan negara dengan ketat, kita harus
mampu mengadakan kerusuhan dan keonaran di masyarakat (departemen kepolisian di
seluruh dunia selalu memperoleh bantuan Zionis Internasional untuk mendukung
tujuan mereka, pen). Kemudian para penceramah diorganisir untuk menerangkan
keadaan yang genting itu. Di saat itu kita dapat menemukan jalan keluarnya,
sehingga masyarakat simpati kepada kita. Kebijaksanaan seperti ini akan kita
gunakan secepatnya untuk memberikan perintah agar penjagaan semakin
ditingkatkan. Peluang ini kita pakai untuk mengkoordinir para pendukung kita
untuk mendapatkan tujuan.
PROTOKOL KE 19:
Politikus yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai
pahlawan, tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun, pencoleng,
pembunuh dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat menyamakan
narapidana politik dengan kriminil agar masyarakat menilai jelek para
politikus.
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita.
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita.
PROTOKOL KE 20:
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan
bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke
perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-yahudi tidak akan mengerti bahwa
hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab,
bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan
lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang
saham surat-surat berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar
Modal dan Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan
ekonominya”, pen). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus
membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam
oleh kaum kapitalis.
PROTOKOL KE 21:
PROTOKOL KE 21:
Kita akan mendukung pemerintahan di seluruh dunia dengan sejumlah
besar ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan Ekonomi
merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi (hampir di seluruh negara
di dunia, fakultas ekonomi selalu saja jumlahnya melebihi jumlah fakultas ilmu
sosial dan exacta yang ada. Dan pelajaran ekonomi di SMA selalu memiliki bobot
materi yang paling lengkap dibanding mata pelajaran lainnya, tak terkecuali di
Indonesia saat ini, pen). Kita akan dibantu oleh bankir, industrialis, kaum
yang bermodal, dan terutama para milyuner yang tak terhitung banyaknya..
PROTOKOL KE 22:
PROTOKOL KE 22:
Emas selau memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah
menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi
beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya
untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia.
Untuk membentuk perdamaian diatas planet ini, perlu menggunakan sedikit kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah panji-panji Zionisme.
PROTOKOL KE 23:
Untuk membentuk perdamaian diatas planet ini, perlu menggunakan sedikit kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah panji-panji Zionisme.
PROTOKOL KE 23:
Mula-mula yang kita lakukan untuk memperkokoh kekuatan kerajaan
kita, yaitu harus melenyapkan yayasan dan organisasi yang dulu bergerak untuk
membela kita. Sebab bila ia dibiarkan, akan menjadi membahayakan kerajaan kita.
Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Allah. Langkah pertama untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang yang tidak berwawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai tangga untuk mencapai tujuan yang mulia.
PROTOKOL KE 24:
Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Allah. Langkah pertama untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang yang tidak berwawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai tangga untuk mencapai tujuan yang mulia.
PROTOKOL KE 24:
Orang yang mengatur kerajaan kita harus dari keturunan Dawud
(David), disamping tokoh-tokoh dari Zionis. Orang tersebut harus memiliki otak
cemerlang, mampu mengendalikan hawa nafsunya, bisa bergaul dengan rakyat,
bersih dari noda, berani berkorban untuk memenangkan kepentingan rakyat,
lambang kejayaan, tangguh dan kharismatik (figur dimaksud dalam keyakinan ummat
Islam, disebut Dajjal, pen).
BAB III
A.
Kesimpulan
Seperti yang di bahas di makalah ini, Yahudi memiliki kesamaan
dengan Islam yaitu mempercayai adanya satu Tuhan yang Esa maha segalanya,
beberapa pemikiran dan sumber ajaran Yahudi, seperti Taurat, Talmud dan protokol-protokol
yang diibaratkan suatu persejutuan jahat terhadap ke manusiaan, tapi ini juga
sama seperti penceramah dalam perjumpaan-perjumpaan.
Daftar Pustaka
·
Shalaby,
Ahmad. 1996. Agama Yahudi. Jakarta: Bumi Aksara.
·
Abdullah,
Zulkarnaini. 2007. Yahudi dalam Al-Qur’an. Yogyakarta: Elsaq Press
[1] Zulkarnaini Abdullah, Yahudi dalam Al-Qur’an
(Yogyakarta; eLSAQ Press, 2007), hlm 202.
[2] Ahmad Shalaby, Agama Yahudi (Jakarta; Bumi
Aksara, 1996), hlm 235-236.
[3] Ahmad
Shalaby, Agama Yahudi (Jakarta; Bumi Aksara, 1996), hlm 238.
[4] Ahmad
Shalaby, Agama Yahudi (Jakarta; Bumi Aksara, 1996), hlm 277.



0 komentar:
Posting Komentar