BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Alam semesta adalah sebuah sesuatu
yang mencakup Mikrokosmos dan Makrokosmos.Para ahli astronomi menggunakan
istilah alam semesta dengan penegertian ruang angkasa yang terdapat benda
langit yang ada didalamnya. Alam semesta menurut orang Baby Lonia merupakn
suatu ruangan atau selengkup dengan bumi yang datar sebagi lantainya dan
beserta bintang sebagai atapnya.
Menurut pendapat lain, alam merupakan
segalanya selain Allah yang sifatnya baru, memerlukan yang lain yang dapat
berubah. Alam semesta terdiri dari berbagai aspek, termasuk tenaga dan radiasi
serta hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di
antariksa.
Oleh karena itu para ilmuwan Barat
penasaran dengan terbentuknya alam semesta. Hal ini yang memicu muncul
teori-teori tentang alam semesta. Teori alam semesta misalnya Teori keadaan
tetap ( Steady-State Theory) dan teori dentumn besar ( Big-bang Theory).
Dalam
penulisan ini akan menyampaikan tentang keadaan alam semesta dan pembentukannya
menurut Islam dan Barat. Karena alam semesta adalah suatu tempat yang sangat
luas yang banyak orang merasa penasaran akan terbentuknya alam semesta dan
segala isinya.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
alam semesta mempengaruhi kehidupan manusia?
2. Apakah manusia dapat memahami alam semesta
yang ada saat ini?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian alam
Alam semesta,
menurut orang Babylonia, merupakan suatu ruangan atau selungkap dengan bumi
yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Jadi,
alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang maha besar yang di dalamnya terdapat kehidupan
yang biotik dan abiotik, serta didalamnya terjadi segala peristiwa alam baik
yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak. Apabila kita hendak
mempelajari alam semesta mempelajari makro-kosmos.
Sebaliknya apabila mempelajari permasalahan kecil, berarti kita mempelajari mikro-kosmos.[1]
Alam semesta yang diciptakan Allah SWT. Telah diteliti oleh ilmuwan
dari berbagai belahan bumi ini, terutama sejak Morley dan Michelson pada tahun
1905, yang mendorong Einstein melahirkan teori “Relativitasnya”. Demikian juga,
dengan Gamov pada tahun 1952 yang berpendapat pada suatu saat seluruh alam ini
semakin mengecil volumenya yang lahir dari ledakan maha dahsyat dari suatu
titik dan mengembnag sebagaimana diteliti oleh hubble.[2]
B.
Alam menurut Islam
Alam semesta
adalah identik dengan jagat raya, yang dalam bahsa inggris diistilahkan dengan
universe. Istilah ini dialihbahasakan ke dalam bahasa arab sebagai alam dalam
Al-Quran ditemukan hanya dalam bentuk jamak ‘alamin sebanyak 73 kali yang
tersebar pada 30 surat. Dalam hal penciptaan alam semesta, terdapat beberapa
lafazh yang dapat digunakan untuk melacak konsep penciptaan alam semesta
menurut al Qur’an yaitu : khalaqa, ja’ala, bada’a, fathara, dan shana’a, namun
lafazh yang dipakaikan dengan obyek alam semesta (universe) adalah khalaqa.[3]
هُوَ
الَّذِيْ خَلَقَ لَـكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاثُمَّ
اسْتَوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ فَسَوّٰٮهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۗ
وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“ Dia menciptakan
langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka
persekutukan ” QS. Al-Baqarah: 29.
Ada juga dalam surat An-Nahl: 3, yang berbunyi
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَـقِّ ۗ تَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
“
Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Maha Tinggi Allah dari apa
yang mereka persekutukan.”
Al Qur’an
didapati kesimpulan yang cukup besar peluang kebenarannya bahwa sebenarnya
seluruh kejadian di alam semesta ini, sudah terjadi dan kejadiannya mengikuti
segala rencana dan konsep yang sudah tertera di dalam Al Qur’an. Gambaran
jelasnya, bahwa semua proses alam semesta ini mengikuti dan mengekor pada
segala yang tertuang dalam Al Qur’an, apakah diketahui atau tidak tabir
rahasianya oleh manusia. Dengan kata lain, kejadian dunia ini adalah sebagai
“cermin manifestasi” dan “kenyataan lahir” dari rencana Allah yang sebenarnya
sudah diberitahukan kepada manusia lewat Al Qur’an, sebelum kejadian tersebut
terjadi, dengan tidak ada tekanan apakah manusia mau atau tidak memahaminya
guna mendapatkan takwil isyarat-Nya.
Al Qur’an
diturunkan bukan hanya kepada umat Islam, tetapi sebagai mediator menyampaikan
pesan Tuhan Pencipta Alam kepada semua makhluk-Nya. Al Qur’an yang sedemikian
sempurna ini memberi kabar dan cerita semua kejadian di alam semesta ini.
Kemukjizatan Al-Qur'an ditandai dengan keorisinilannya sejak diturunkan . Kitab
suci ini juga tidak dapat ditandingi oleh siapa pun di dunia ini hingga akhir
zaman. Ia tidak akan lekang dimakan pergeseran masa dan dapat diuji dari sudut
mana pun juga. Sekarang pun, saat ilmu
pengetahuan berkembang pesat, ternyata Al-Qur'an sanggup menjawab tantangan
sains modern. Salah satu hal yang membuat takjub para ilmuwan adalah adanya
persesuaian antara konsep penciptaan alam semesta menurut Al-Qur'an dan sains
(ilmu pengetahuan) modern. Dalam pandangan sains modern, pada awalnya alam
semesta ini masih berupa kabut gas yang panas dan kemudian terpisah.
Terpisahnya kabut gas ini merupakan proses awal terciptanya galaksi-galaksi.
Dari pecahan-pecahan kabut gas tersebut selanjutnya melalui proses evolusi
terbentuk milyaran matahari dengan planet-planetnya, termasuk bumi yang kita
huni ini. Ilmuwan cerdas yang pertama kali mengemukakan teori di atas bernama
Laplace dari Perancis dan Immanue Kant dari Jerman. Meskipun demikian, ratusan
tahun sebelum ilmuwan itu mengemukakan teorinya, Al-Qur'an telah menyebutkan
secara gamblang. [4]
C.
Alam menurut Barat
Terbentuknya alam semesta kesan umum luas
dan megahnya alam semesta diperoleh penghuni bumi dengan
memandang langit malam yang cerah tanpa cahaya Bulan. Langit tampak penuh
taburan bintang yang seolah tak terhitung jumlahnya. Struktur dan luas alam
semesta sangat sukar dibayangkan manusia, dan progres persepsi dan rasionalitas
manusia tentangitumemerlukanwaktuberabad-abad.
Manusia sebagai mahluk Tuhan yang berakal budi dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa ingin tahunya untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang diamati. Dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai dibumi timbullah beberapa teori yang mengungkapan tentang terbentuknya alam semesta. teori tersebut dikelompokan menjadi 4 :
Manusia sebagai mahluk Tuhan yang berakal budi dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa ingin tahunya untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang diamati. Dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai dibumi timbullah beberapa teori yang mengungkapan tentang terbentuknya alam semesta. teori tersebut dikelompokan menjadi 4 :
a) Teori
Keadaan Tetap
Teori ini
menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh menjadi tua, dan
akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga
besarnya dan tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir), sehingga teori ini
beranggapan bahwa alam semesta ini sudah ada selamanya dalam susunan seperti
sekarang ini, dan zat-zat terus terbentuk.
b) Teori Dentuman Besar
Teori ini
belandaskan dari asumsi massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis yang
sangat besar. Karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Masa
tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Teori
ini dikembangkan berdasarkan pemikiran yang menggunakan hukum fisika dan teori pemuaian Edwin Hublle.
Menurut teori
ini, ada dua massa penting yang berlangsung selama sejarah awal alam semesta.
1) Era radiasi dari saat alam semesta baru
lahir sedetik sampai sejuta tahun kemudian.
2) Era pendinginan dari alam semesta berumur sejuta tahun dan terus berlanjut selama gerak memuai alam semesta yang diikuti dengan alam senyapa gema sisa detuman besar. Sisa gema itu akan terangkap dalam bentuk radiasi bersuhu 5K<0C(273 K).
2) Era pendinginan dari alam semesta berumur sejuta tahun dan terus berlanjut selama gerak memuai alam semesta yang diikuti dengan alam senyapa gema sisa detuman besar. Sisa gema itu akan terangkap dalam bentuk radiasi bersuhu 5K<0C(273 K).
c) Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini
diambil berdasarkan adanya siklus dari alam semesta yaitu masa ekspansi dan
masa kontraksi dalam jangka waktu tiga puluh ribu tahun. Dalam masa ekspansi
terbentuklah galakis beserta bintang-bintangnya.ekspansi tersebut didukung oleh
tenaga yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang akhirnya membentuk
berbagai unsure lain yang kompleks. Pada masa kontraksi terjadi galaksi dan
bintang-bintang yang terbentuknya meredup sehingga unsur-unsur menyusut
menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Teori ekspansi dan
kontraksi menguatkan asumsi bahwa partikel tersebut, berasal dari pratikel yang
ada pada zaman dahulu kala.
d) Oscillating Theory
Yaitu pendapat
yang mengatakan bahwa alam semesta ini tetap dalam keadaan melar dan menciut
dalam jangka ribuan juta tahun. Berdasarkan teori-teori sebagaiman disebutkan
di atas adalah merupakan hasil pemikiran manusia, bahwa pada hakikatnya
terjadinya alam semesta ini adalah bukan terjadi tanpa rencana besar yang tentu
disiapkan oleh pencipta alam semesta itu sendiri yang agung, yang maha benar
atas segala sesuatu. Pada tahun 1543 Copernicus
mengemukakan pendapatnya bahwa matahari sebagai pusat dari sistem tata surya yang
dikenal dengan heliocentris.[5]
D. Terbentuknya Alam Semesta &
Penghuninya
Allah telah
proses penciptaan bumi. Dan Allah telah memberitahukan kepada umatnya mengenai
penciptaan bumi dan alam semesta melalui Al Qur’an . Kitab suci umat islam
inilah sumber dari segala macam ilmu pengetahuan. Dalam surat An Naaziat (79)
ayat 27-33 menerangkan proses penciptaan bumi dan alam semesta. Dalam ayat tersebut
tertulis bumi dan alam semesta tercipta dalam enam masa. Masih dalam perdebatan
mengenai enam masa yang dimaksud. Entah
itu enam tahun, enam hari, enam periode, ataupun enam tahapan.
Teori keadaan
ajeg bukan karena menganggap teori tersebut benar, melainkan karena berharap
bahwa teori itu benar. FredHoyle bertahan menghadapi semuakeberatan terhadap
teori ini, sementarabukti-bukti yang berlawanan mulaiterungkap. Selanjutnya,
Sciama berceritabahwa pertama-tama ia menentang bersamaHoyle. Akan tetapi, saat
bukti-bukti mulaibertumpuk, ia mengaku bahwa perdebatantersebut telah selesai
dan teori keadaan ajegharus dihapuskan. Prof. George Abel dariUniversity of
California juga mengatakanbahwa sekarang telah ada bukti yang menunjukkanbahwa
alam semesta bermula miliaran tahun yang lalu, yang diawali dengan dentuman
besar. Dia mengakui bahwa dia tidakmemiliki pilihan lain kecuali menerima teori
dentuman besar. Dengan kemenangan teori dentuman besar, konsep “zat yangkekal”
yang merupakan dasar filosofimaterialis dibuang ke tumpukan sampahsejarah.
Jadi, apakah yang ada sebelum dentuman besar, dan kekuatan apakah
yangmenjadikan alam semesta ini “ada” melaluisebuah dentum-an besar, jika
sebelumnyaalam semesta ini “tidak ada”? Pertanyaan inijelas menyiratkan, dalam
kata-kata ArthurEddington, adanya fakta “yang tidakmenguntungkan secara
filosofis” (tidakmenguntungkan bagi materialis), yaituadanya Sang Pencipta.
“Sesungguhnya
dalam penciptaan tata kerja langit dan bumi, pergantian malam dan siang,
bahtera yang berlayar di laut membawa apa yangberguna bagi manusia, dan apa
yang Allah Turunkan dari langit berupaair itu Dia hidup kan bumi sesudah mati
(kering)-Nya, dan Dia sebarkan dibumi itusegala jenis hewan dan pengisaran
angin dan awan yangdikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat
tanda-tanda(keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Al-
Baqarah: 164).7
Setiap muslim percaya bahwa tata kerja alam raya berjalan konsisten
sesuai
dengan hukum-hukum yang telah
ditetapkan oleh Allah. Semua proses penciptaan
alam semesta ini berada dalam
kendali dan perintah sang Maha pencipta, dengan
bentuk yang sempurna. Hukum dan
fenomenanya teratur dan dapat meliputi ruang
yang maha luas sampai pada unsur
yang terkecil di alam semesta, semua itu tundukkepada satu pola dan susunan
yang sama. Sungguh hanya Allah yang menciptakan
alam semesta ini dengan berjuta galaksi, bintang dan planet yang
taat pada aturan
yang ditetapkan untuk mereka secara
sempurna.
Ada beberapa
ayat al-Qur’an yang menganjurkan manusia untuk berfikir,meneliti dan mengkaji
penciptaan alam semesta serta hukum-hukum yang berlaku didalamnya. Ditegaskan
pula kegiatan dan kajian terhadap penciptaan alam besertahukum-hukumnya yang
berlaku merupakan usaha pemenuhan kebutuhan manusia itusendiri. Sebab manusia
akan mendapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut, baikuntuk kepentingan
kehidupan dunia maupun kepentingan akhirat. Setiap kalipenelitian yang
dilakukan manusia untuk mengungkap rahasia-rahasia hukum alam,semakin disadari
betapa rapi, teratur dan menakjubkan penciptaan alam tersebut.
E. Teori
Evolusi
Teori Evolusi
menjawab pertanyaan mengapa terjadi evolusi?
1.
Teori Lamarck (1744-1829)
Menurut Lamarck evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi
timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur atau bentuk yang terjadi
karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan
lingkungan. Menurutnya, tingkatperkembangan suatu organ sebanding dengan
penggunaanya dan apa yang diperboleh atau diubah pada individu dalam masa
hidupnya adalah kekal, dan bilamana terdapat dalam dua jenis kelamin, sifat itu
akan diturunkan.
2.
Teori Darwin (1809-1882)
Darwinlah yang membuka tabir misteri ini. Mwnurutnya, organisme
menjadi sesuai dengan lingkunganya dalam proses evolusi dan proses ini
dikendalikan oleh seleksi alam.
Teori pokok Darwin menyatakan bahwa :
a)
Spesies
yang hidup sekarang sekarang berasal dari spesies
yang hidup pada masa lampau.
b)
Evolusi
terjadi melalui seleksi alam.
3.
Teori Darwin-Wiesmann
Pada zaman Darwin belum diketahui khromosom dan gen sebagai asal
dari sifat keturunan. Wiesmann melengkapi teori Darwin dengan pernyataan
sebagai berikut:
·
Evolusi
merupakan masalah genetika yaitu menyangkut masalah bagaimana diwariskan
gen-gen melalui sel-sel kelamin.
·
Sel-sel
tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, evolusi adalah gejala seleksi
alam.
4.
Teori
De Vries
De Vries, seorang botanikus Belanda,
mengungkapkan teorinya bahwa perubahan pada evolusi disebabkan oleh adanya mutasi
gen. Mutasiadalah perubahan sempurna,
yang tumbuh dalam gen dan mengakibatkan adanya perubahan sifat dan keturunanya.[6]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Akan kah kita ragu tentang kekuasaannya
sedangkan di dalam Al-Qur’an sudah banyak di jelaskan tentang penciptaan alam
seperti yang di jelaskan di atas, alam semesta yang berasal dari ketiadaan
menjadi ada (terjadinya proses penciptaan) oleh Allah SWT. Al-Qur’an lebih
dahulu menjelaskan tentang proses penciptaan alam sebelum ilmu pengetahuan
mencapainya, penciptaan alam semesta itu terjadi secara berproses (berkembang) dan
kebenaran Al-Qur’an itu sudah bisa dibuktikan adanya kebenarannya dengan ilmu
sains.
Ilmu sains yang berkembang di Barat juga telah
meguatkan dari adanya penciptaan alam semesta ini. Hal ini dibuktikan dengan
berkembangnya teori-teori yang telah di kemukakan oleh para ahli.
B.
Saran
Dari uraian di atas dapat menjadikan
pelajaran bagi pembacaa bahwa alam itu harus di jaga bukan untuk di rusak dan
dapat dijadikan referensi penulisan serupa.
DAFTAR PUSTAKA
·
Herabudin, Ilmu Alamiah Dasar, Pustaka Setia,
Bandung, 2013
·
Mawardi &
Hidayati, Nur, Ilmu Alamaiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya
Dasar, Bandung,
2009
·
Edy Chandra, “Alam semesta dalam perspektif
Al-Quran”, diakses dari
http://ke-islam.blogspot.co.id/2015/12/alam-semesta-dalam-perspektif-al-quran.html?m=1, (Pada tanggal 10 Maret 2017)
·
Keluarga ikmal,”Penciptaan Alam Semesta
dari Perspektif Islam dan Barat”, diakses dari
https://www.google.com/amp/s/keluargaikmal.wordpress.com/2012/07/04/penciptaan-alam-semesta-ditinjau-dari-perspektif-sains-islam-dan-barat/amp/, (pada tanggal 8 maret 2017)
·
Ade Jamarudin,” Konsep Alam Semesta Menurut
Al-Quran”. Vol. XVI No.2, 2010.
[1]Ilmu
Alamaiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar, Bandung, Mawardi &
Nur hidayati, 2009.27
[2]Ilmu
Alamaiah Dasar , Bandung, Herabudin, 2013.124-125
[3]
Edy Chandra, “Alam semesta dalam perspektif Al-Quran”, diakses dari
http://ke-islam.blogspot.co.id/2015/12/alam-semesta-dalam-perspektif-al-quran.html?m=1,
Pada tanggal 23 februari 2017 pukul
11.00
[4]
Ade Jamarudin,” Konsep Alam
Semesta Menurut Al-Quran”. Vol. XVI No.2, 2010.
[5] Keluarga ikmal,”Penciptaan Alam Semesta dari Perspektif
Islam dan Barat”, diakses dari https://www.google.com/amp/s/keluargaikmal.wordpress.com/2012/07/04/penciptaan-alam-semesta-ditinjau-dari-perspektif-sains-islam-dan-barat/amp/, pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 20.00.
[6]
Ilmu Alamaiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar, Bandung,
Mawardi & Nur hidayati, 2009.59.



0 komentar:
Posting Komentar