Kamis, 27 September 2018

Konsep Alam Menurut Al-Qur'an


BAB  I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Alam semesta adalah sebuah sesuatu yang mencakup Mikrokosmos dan Makrokosmos.Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dengan penegertian ruang angkasa yang terdapat benda langit yang ada didalamnya. Alam semesta menurut orang Baby Lonia merupakn suatu ruangan atau selengkup dengan bumi yang datar sebagi lantainya dan beserta bintang sebagai atapnya.
Menurut pendapat lain, alam merupakan segalanya selain Allah yang sifatnya baru, memerlukan yang lain yang dapat berubah. Alam semesta terdiri dari berbagai aspek, termasuk tenaga dan radiasi serta hal yang telah diketahui dan baru dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa.
Oleh karena itu para ilmuwan Barat penasaran dengan terbentuknya alam semesta. Hal ini yang memicu muncul teori-teori tentang alam semesta. Teori alam semesta misalnya Teori keadaan tetap ( Steady-State Theory) dan teori dentumn besar ( Big-bang Theory).
Dalam penulisan ini akan menyampaikan tentang keadaan alam semesta dan pembentukannya menurut Islam dan Barat. Karena alam semesta adalah suatu tempat yang sangat luas yang banyak orang merasa penasaran akan terbentuknya alam semesta dan segala isinya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah alam semesta mempengaruhi kehidupan manusia?
2.      Apakah manusia dapat memahami alam semesta yang ada saat ini?





BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian alam
Alam semesta, menurut orang Babylonia, merupakan suatu ruangan atau selungkap dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang sebagai atapnya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang maha  besar yang di dalamnya terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik, serta didalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak. Apabila kita hendak mempelajari alam semesta mempelajari makro-kosmos. Sebaliknya apabila mempelajari permasalahan kecil, berarti kita mempelajari mikro-kosmos.[1]
                Alam semesta yang diciptakan Allah SWT. Telah diteliti oleh ilmuwan dari berbagai belahan bumi ini, terutama sejak Morley dan Michelson pada tahun 1905, yang mendorong Einstein melahirkan teori “Relativitasnya”. Demikian juga, dengan Gamov pada tahun 1952 yang berpendapat pada suatu saat seluruh alam ini semakin mengecil volumenya yang lahir dari ledakan maha dahsyat dari suatu titik dan mengembnag sebagaimana diteliti oleh hubble.[2]
B.     Alam menurut Islam
Alam semesta adalah identik dengan jagat raya, yang dalam bahsa inggris diistilahkan dengan universe. Istilah ini dialihbahasakan ke dalam bahasa arab sebagai alam dalam Al-Quran ditemukan hanya dalam bentuk jamak ‘alamin sebanyak 73 kali yang tersebar pada 30 surat. Dalam hal penciptaan alam semesta, terdapat beberapa lafazh yang dapat digunakan untuk melacak konsep penciptaan alam semesta menurut al Qur’an yaitu : khalaqa, ja’ala, bada’a, fathara, dan shana’a, namun lafazh yang dipakaikan dengan obyek alam semesta (universe) adalah khalaqa.[3]


هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَـكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاثُمَّ اسْتَوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ فَسَوّٰٮهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ  ۗ  وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“ Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan ” QS. Al-Baqarah: 29.
Ada juga dalam surat An-Nahl: 3, yang berbunyi
خَلَقَ  السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَـقِّ ۗ  تَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
“ Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Al Qur’an didapati kesimpulan yang cukup besar peluang kebenarannya bahwa sebenarnya seluruh kejadian di alam semesta ini, sudah terjadi dan kejadiannya mengikuti segala rencana dan konsep yang sudah tertera di dalam Al Qur’an. Gambaran jelasnya, bahwa semua proses alam semesta ini mengikuti dan mengekor pada segala yang tertuang dalam Al Qur’an, apakah diketahui atau tidak tabir rahasianya oleh manusia. Dengan kata lain, kejadian dunia ini adalah sebagai “cermin manifestasi” dan “kenyataan lahir” dari rencana Allah yang sebenarnya sudah diberitahukan kepada manusia lewat Al Qur’an, sebelum kejadian tersebut terjadi, dengan tidak ada tekanan apakah manusia mau atau tidak memahaminya guna mendapatkan takwil isyarat-Nya.
Al Qur’an diturunkan bukan hanya kepada umat Islam, tetapi sebagai mediator menyampaikan pesan Tuhan Pencipta Alam kepada semua makhluk-Nya. Al Qur’an yang sedemikian sempurna ini memberi kabar dan cerita semua kejadian di alam semesta ini. Kemukjizatan Al-Qur'an ditandai dengan keorisinilannya sejak diturunkan . Kitab suci ini juga tidak dapat ditandingi oleh siapa pun di dunia ini hingga akhir zaman. Ia tidak akan lekang dimakan pergeseran masa dan dapat diuji dari sudut mana pun  juga. Sekarang pun, saat ilmu pengetahuan berkembang pesat, ternyata Al-Qur'an sanggup menjawab tantangan sains modern. Salah satu hal yang membuat takjub para ilmuwan adalah adanya persesuaian antara konsep penciptaan alam semesta menurut Al-Qur'an dan sains (ilmu pengetahuan) modern. Dalam pandangan sains modern, pada awalnya alam semesta ini masih berupa kabut gas yang panas dan kemudian terpisah. Terpisahnya kabut gas ini merupakan proses awal terciptanya galaksi-galaksi. Dari pecahan-pecahan kabut gas tersebut selanjutnya melalui proses evolusi terbentuk milyaran matahari dengan planet-planetnya, termasuk bumi yang kita huni ini. Ilmuwan cerdas yang pertama kali mengemukakan teori di atas bernama Laplace dari Perancis dan Immanue Kant dari Jerman. Meskipun demikian, ratusan tahun sebelum ilmuwan itu mengemukakan teorinya, Al-Qur'an telah menyebutkan secara gamblang. [4]
C.    Alam menurut Barat
Terbentuknya alam semesta kesan umum luas dan megahnya alam semesta diperoleh penghuni bumi dengan memandang langit malam yang cerah tanpa cahaya Bulan. Langit tampak penuh taburan bintang yang seolah tak terhitung jumlahnya. Struktur dan luas alam semesta sangat sukar dibayangkan manusia, dan progres persepsi dan rasionalitas manusia tentangitumemerlukanwaktuberabad-abad.
Manusia sebagai mahluk Tuhan yang berakal budi dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa ingin tahunya untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang diamati. Dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai dibumi timbullah beberapa teori yang mengungkapan tentang terbentuknya alam semesta. teori tersebut dikelompokan menjadi 4 :
a)      Teori Keadaan Tetap
Teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh menjadi tua, dan akhirnya mati. Jadi teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya (tanpa awal dan akhir), sehingga teori ini beranggapan bahwa alam semesta ini sudah ada selamanya dalam susunan seperti sekarang ini, dan zat-zat terus terbentuk.
b)      Teori Dentuman Besar
Teori ini belandaskan dari asumsi massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis yang sangat besar. Karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Masa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Teori ini dikembangkan berdasarkan pemikiran yang menggunakan hukum fisika dan teori pemuaian Edwin Hublle.
Menurut teori ini, ada dua massa penting yang berlangsung selama sejarah awal alam semesta.
1) Era radiasi dari saat alam semesta baru lahir sedetik sampai sejuta tahun kemudian.
2) Era pendinginan dari alam semesta berumur sejuta tahun dan terus berlanjut selama gerak memuai alam semesta yang diikuti dengan alam senyapa gema sisa detuman besar. Sisa gema itu akan terangkap dalam bentuk radiasi bersuhu 5K<0C(273 K)
.
c)      Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini diambil berdasarkan adanya siklus dari alam semesta yaitu masa ekspansi dan masa kontraksi dalam jangka waktu tiga puluh ribu tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galakis beserta bintang-bintangnya.ekspansi tersebut didukung oleh tenaga yang bersumber dari reaksi inti hydrogen yang akhirnya membentuk berbagai unsure lain yang kompleks. Pada masa kontraksi terjadi galaksi dan bintang-bintang yang terbentuknya meredup sehingga unsur-unsur menyusut menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Teori ekspansi dan kontraksi menguatkan asumsi bahwa partikel tersebut, berasal dari pratikel yang ada pada zaman dahulu kala.
d)      Oscillating Theory
Yaitu pendapat yang mengatakan bahwa alam semesta ini tetap dalam keadaan melar dan menciut dalam jangka ribuan juta tahun. Berdasarkan teori-teori sebagaiman disebutkan di atas adalah merupakan hasil pemikiran manusia, bahwa pada hakikatnya terjadinya alam semesta ini adalah bukan terjadi tanpa rencana besar yang tentu disiapkan oleh pencipta alam semesta itu sendiri yang agung, yang maha benar atas segala sesuatu. Pada tahun 1543 Copernicus mengemukakan pendapatnya bahwa matahari sebagai pusat dari sistem tata surya yang dikenal dengan heliocentris.[5]
D.    Terbentuknya Alam Semesta & Penghuninya
Allah telah proses penciptaan bumi. Dan Allah telah memberitahukan kepada umatnya mengenai penciptaan bumi dan alam semesta melalui Al Qur’an . Kitab suci umat islam inilah sumber dari segala macam ilmu pengetahuan. Dalam surat An Naaziat (79) ayat 27-33 menerangkan proses penciptaan bumi dan alam semesta. Dalam ayat tersebut tertulis bumi dan alam semesta tercipta dalam enam masa. Masih dalam perdebatan mengenai enam masa yang dimaksud. Entah  itu enam tahun, enam hari, enam periode, ataupun enam tahapan.
Teori keadaan ajeg bukan karena menganggap teori tersebut benar, melainkan karena berharap bahwa teori itu benar. FredHoyle bertahan menghadapi semuakeberatan terhadap teori ini, sementarabukti-bukti yang berlawanan mulaiterungkap. Selanjutnya, Sciama berceritabahwa pertama-tama ia menentang bersamaHoyle. Akan tetapi, saat bukti-bukti mulaibertumpuk, ia mengaku bahwa perdebatantersebut telah selesai dan teori keadaan ajegharus dihapuskan. Prof. George Abel dariUniversity of California juga mengatakanbahwa sekarang telah ada bukti yang menunjukkanbahwa alam semesta bermula miliaran tahun yang lalu, yang diawali dengan dentuman besar. Dia mengakui bahwa dia tidakmemiliki pilihan lain kecuali menerima teori dentuman besar. Dengan kemenangan teori dentuman besar, konsep “zat yangkekal” yang merupakan dasar filosofimaterialis dibuang ke tumpukan sampahsejarah. Jadi, apakah yang ada sebelum dentuman besar, dan kekuatan apakah yangmenjadikan alam semesta ini “ada” melaluisebuah dentum-an besar, jika sebelumnyaalam semesta ini “tidak ada”? Pertanyaan inijelas menyiratkan, dalam kata-kata ArthurEddington, adanya fakta “yang tidakmenguntungkan secara filosofis” (tidakmenguntungkan bagi materialis), yaituadanya Sang Pencipta.
“Sesungguhnya dalam penciptaan tata kerja langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yangberguna bagi manusia, dan apa yang Allah Turunkan dari langit berupaair itu Dia hidup kan bumi sesudah mati (kering)-Nya, dan Dia sebarkan dibumi itusegala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yangdikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda(keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS Al- Baqarah: 164).7
Setiap muslim percaya bahwa tata kerja alam raya berjalan konsisten sesuai
dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. Semua proses penciptaan
alam semesta ini berada dalam kendali dan perintah sang Maha pencipta, dengan
bentuk yang sempurna. Hukum dan fenomenanya teratur dan dapat meliputi ruang
yang maha luas sampai pada unsur yang terkecil di alam semesta, semua itu tundukkepada satu pola dan susunan yang sama. Sungguh hanya Allah yang menciptakan
alam semesta ini dengan berjuta galaksi, bintang dan planet yang taat pada aturan
yang ditetapkan untuk mereka secara sempurna.
Ada beberapa ayat al-Qur’an yang menganjurkan manusia untuk berfikir,meneliti dan mengkaji penciptaan alam semesta serta hukum-hukum yang berlaku didalamnya. Ditegaskan pula kegiatan dan kajian terhadap penciptaan alam besertahukum-hukumnya yang berlaku merupakan usaha pemenuhan kebutuhan manusia itusendiri. Sebab manusia akan mendapat banyak manfaat dari kegiatan tersebut, baikuntuk kepentingan kehidupan dunia maupun kepentingan akhirat. Setiap kalipenelitian yang dilakukan manusia untuk mengungkap rahasia-rahasia hukum alam,semakin disadari betapa rapi, teratur dan menakjubkan penciptaan alam tersebut.
E.     Teori Evolusi
Teori Evolusi menjawab pertanyaan mengapa terjadi evolusi?
1.      Teori Lamarck (1744-1829)
Menurut Lamarck evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur atau bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan lingkungan. Menurutnya, tingkatperkembangan suatu organ sebanding dengan penggunaanya dan apa yang diperboleh atau diubah pada individu dalam masa hidupnya adalah kekal, dan bilamana terdapat dalam dua jenis kelamin, sifat itu akan diturunkan.
2.      Teori Darwin (1809-1882)
Darwinlah yang membuka tabir misteri ini. Mwnurutnya, organisme menjadi sesuai dengan lingkunganya dalam proses evolusi dan proses ini dikendalikan oleh seleksi alam.
Teori pokok Darwin menyatakan bahwa :
a)      Spesies yang hidup sekarang sekarang berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau.
b)      Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
3.      Teori Darwin-Wiesmann
Pada zaman Darwin belum diketahui khromosom dan gen sebagai asal dari sifat keturunan. Wiesmann melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut:
·         Evolusi merupakan masalah genetika yaitu menyangkut masalah bagaimana diwariskan gen-gen melalui sel-sel kelamin.
·         Sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, evolusi adalah gejala seleksi alam.
4.      Teori De Vries
De Vries, seorang botanikus Belanda, mengungkapkan teorinya bahwa perubahan pada evolusi disebabkan oleh adanya mutasi gen. Mutasiadalah perubahan sempurna, yang tumbuh dalam gen dan mengakibatkan adanya perubahan sifat dan keturunanya.[6]

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Akan kah kita ragu tentang kekuasaannya sedangkan di dalam Al-Qur’an sudah banyak di jelaskan tentang penciptaan alam seperti yang di jelaskan di atas, alam semesta yang berasal dari ketiadaan menjadi ada (terjadinya proses penciptaan) oleh Allah SWT. Al-Qur’an lebih dahulu menjelaskan tentang proses penciptaan alam sebelum ilmu pengetahuan mencapainya, penciptaan alam semesta itu terjadi secara berproses (berkembang) dan kebenaran Al-Qur’an itu sudah bisa dibuktikan adanya kebenarannya dengan ilmu sains.
Ilmu sains yang berkembang di Barat juga telah meguatkan dari adanya penciptaan alam semesta ini. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya teori-teori yang telah di kemukakan oleh para ahli.

B.     Saran
Dari uraian di atas dapat menjadikan pelajaran bagi pembacaa bahwa alam itu harus di jaga bukan untuk di rusak dan dapat dijadikan referensi penulisan serupa.
















DAFTAR PUSTAKA

·         Herabudin, Ilmu Alamiah Dasar, Pustaka Setia, Bandung, 2013

·         Mawardi & Hidayati, Nur, Ilmu Alamaiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar, Bandung,
2009

·         Edy Chandra, “Alam semesta dalam perspektif Al-Quran”, diakses dari

·         Keluarga ikmal,”Penciptaan Alam Semesta dari Perspektif Islam dan Barat”, diakses dari

·         Ade Jamarudin,” Konsep Alam Semesta Menurut Al-Quran”. Vol. XVI No.2, 2010.





[1]Ilmu Alamaiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar, Bandung, Mawardi & Nur hidayati, 2009.27
[2]Ilmu Alamaiah Dasar , Bandung, Herabudin, 2013.124-125
[3] Edy Chandra, “Alam semesta dalam perspektif Al-Quran”, diakses dari
[4] Ade Jamarudin,” Konsep Alam Semesta Menurut Al-Quran”. Vol. XVI No.2, 2010.
[5] Keluarga ikmal,”Penciptaan Alam Semesta dari Perspektif Islam dan Barat”, diakses dari https://www.google.com/amp/s/keluargaikmal.wordpress.com/2012/07/04/penciptaan-alam-semesta-ditinjau-dari-perspektif-sains-islam-dan-barat/amp/, pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 20.00.


[6] Ilmu Alamaiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar, Bandung, Mawardi & Nur hidayati, 2009.59.

Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar